Saya mendapat tugas dari kantor untuk meliput pameran di Bangka. Jadwal yang padat, tidak menghalangi untuk kabur . Inilah foto perjalanan wisata Bangka lengkap dengan kulinernya.
Pameran yang saya liput adalah Peringatan Bulan Pengurangan Risiko pada 11-13 Oktober 2019 di Alun-alun Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Tema kegiatan ini adalah “Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Ekosistem dan Investasi.
Dengan menyewa mobil kami pergi ke danau kaolin di Desa Nibung, Kabupaten Bangka Selatan. Danau bekas tambang ini emang ada juga di Belitung, tatapi di sini warnanya bisa biru dan hijau cerah. Bagus untuk foto tetapi panasnya luar biasa.
Dari sana kami ke geowisata Batu Belimbing di dusun Jebu Laut Desa Kelabat, kecamatan Paritiga, Bangka Selatan. Gugusan batu raksasa berbentuk seperti belimbing membuat kami takjub.
Dalam perjalanan itu, kami mencoba makanan khas Bangka yakni lempah kuning, otak-otak, pempek dan kopi Bangka yang lezat. Mirip dengan Kopi Belitung. Mau ke Mangrove Munjang tidak terkejar karena kami juga mau misa. Hari itu kami tutup dengan Misa di Katedral Pangkalpinang, Bangka.
Esoknya kami pinjam motor untuk pergi ke Hutan Mangrove MunjangKurau Barat, Koba, Bangka. Seru sekali perjalanan kami di sini, saksikan di Youtube yaaa…
Tips kuliner di tempat wisata tetapi hanya punya waktu pendek, manfaatkan ojol. Kami juga banyak waktu di penginapan karena terkungkung oleh kerjaan saya. Tapi tidak berarti gak kulineran. Dalam sehari, ojol bolak balik mengantar otak-otak, kopi, pantiaw, dan mie koba yang tiap hari kami makan.
Tempat wisata lain yang unik dan sangat mudah didatangi adalah Kelenteng Fuk Tet Che berlokasi di perempatan lampu merah Semabung Lama Kota Pangkalpinang.
Kerja sambil wisata, siapa takut!











