Sudah sejak lama Bogor menjadi oase bagi penduduk Jakarta untuk melepas penat. Kota Bogor yang wilayahnya tidak luas, sesak dengan ragam kafe dan restoran. Bergeser ke Kabupaten Bogor, kita semua tahu kalau Puncak yang sebenarnya sudah jenuh tetapi tetap menjadi wisata andalan warga ibu kota. Di tengah situasi tersebut muncul Kopi Daong, tempat stress release baru. Kopi Daong adalah kafe dan restoran yang berada di tengah hutan pinus. Lokasinya bukan di Kota Bogor dan juga bukan di area Puncak, tetapi di daerah Ciawi, sehingga lalu lintasnya lebih bersahabat. "Kenapa disebut Kopi Daong karena owner kita orang Manado-Jawa, dalam Bahasa Manado daong artinya daun. Filosofinya, kita makan dan minum berada tepat di bawah daun-daun," kata Teddy, pengelola Kopi Daong saat ditemui di
Tag: kopisusu
Dua Anak SMA Ini Bangun Idealisme Kebangsaan Melalui Kafe
Jemari belia bergerak lincah meracik kopi. Proses dimulai dengan menggiling kopi secara halus, ditimbang dengan ukuran tertentu, lalu dimasukkan ke dalam porta filter. Kopi yang telah menjadi bubuk diratakan dan dipadatkan (tamping), sebelum akhirnya disedu dengan coffee machine. "Semua tahapan ini harus dilalui dengan sempurna, untuk hasil kopi yang kita inginkan. Apalagi espresso menjadi bahan dasar untuk membuat jenis kopi lainnya seperti café latte dan cappuccino," ujar Kane Kusumo (15) saat mempraktikkan bagaimana membuat espresso. Baca Juga: Milenial Ini Telah 3 Tahun Mengusung Budaya Indonesia Di Cafenya Keahlian tersebut didapat Kane setelah menekuni dunia barista bersama kakaknya Kyle Kusumo (17). Bekal ini melengkapi tekad mereka untuk berbisnis kuliner di usia muda dengan membuka Tantular Cafe. Malalui kafe berlokasi di Kedoya Jakarta Barat ini, mereka

