Banyak hal menarik dari sosok Bung Hatta, Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya hidup dan karyanya, makamnya pun menjadi magnet banyak orang untuk mengenalnya lebih jauh. Saya berkesempatan berziarah ke makam suami Siti Rahmiati Hatta itu. Berbeda dengan banyak tokoh perjuangan kemerdekaan yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Hatta dalam wasiatnya memilih untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum, yakni TPU Tanah Kusir. Baca Juga: Wisata Sejarah Fort San Pedro Filipina TPU Tanah Kusir terletak di Jalan Bintaro Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Jika tidak biasa lewat jalan sini, area pemakaman tidak begitu terlihat. Bahkan Makam Bung Hatta yang berbentuk Rumah Gadang yang berada di depan TPU juga tampil tidak mencolok. Hal ini tak terlepas dari lokasi makam yang lebih rendah ketimbang jalan dan banyak pohon merindang di pinggir jalan. Hatta tidak
Month: July 2023
Mengunjungi Museum yang Pemiliknya Membuat Istana Presiden di IKN
Menikmati seni seperti menelanjangi diri sendiri. Satu sisi merasa indah tapi juga malu, tetapi itulah realitas. Dari sanalah kita belajar banyak. Kali ini, karya seni yang saya nikmati ada di NuArt Sculpture Park, Bandung. NuArt Sculpture Park dimiliki oleh pematung sohor kebanggaan Tanah Air, yakni I Nyoman Nuarta. Bagi banyak orang, dia bukanlah orang asing. Seniman ini lahir di Kabupaten Tabanan Bali, 14 November 1951. Baca Juga: Rumah Inggit Garnasih: Arti Nama Inggit Dan Kisah Cintanya Dengan Soekarno Salah satu bagian utama NuArt Sculpture Park adalah Museum & Gallery. Di salah satu sudut museum disebutkan, Museum Nuarta adalah sebuah museum untuk pewacanaan. Sebagai orang Bali dan tumbuh dalam tradisi Bali, namun patung Nyoman di museum ini bukanlah patung tradisional Bali. Juga bukan patung modern. Nyoman Nuarta berkenalan dengan
Habis Misa di Bandung Laper, Langsung Ngafe di Kopi Purnama
Kerja sambil jalan-jalan, menjadi lengkap saat menyatukan hati dalam Perayaan Ekaristi. Sabtu sore, saat pekerjaan beres kami bergegas ke Gereja Katolik Santo Paulus di Jl. Moch. Toha, Bandung, Jabar. Inilah kali pertama kami misa di Gereja yang berdasarkan buku babtis sudah berdiri sejak 1939. Misa mulai jam 17.00 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Maklum saat itu masih pandemi, tepatnya pada tanggal 9 Juli 2023. Baca Juga: Di Sela Kerja, Bisa Kabur Keliling Dan Kulineran Di Bangka Selesai misa saya menemui Boni, teman saya, yang bekerja di gereja. Setelah basa-basi sebentar, melucurlah pertanyaan paling mendasar, “Laper nih, yuks cari tempat makan yang punya kopi enak.” Seolah tampa berpikir panjang, Boni langsung mengajak kami ke “Kopi Purnama.” Info awal, Kopi Purnama yang beralamat di Jl. Alkateri No.22, Braga itu merupakan salah
Rumah Inggit Garnasih: Arti Nama Inggit dan Kisah Cintanya dengan Soekarno
Soekarno sebagai proklamator sudah selesai. Namun, mengulik kisah cintanya seperti tidak berujung. Kali ini, saya berkunjung ke Rumah Inggit Garnasih di Bandung, sekaligus mendengar bagaimana peran istri kedua Soekarno itu dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada Kamis, 6 April 2023, saya menjejak kaki di halaman rumah yang beralamatkan Jalan Ciateul No.8 Bandung, Jawa Barat. Namun, sejak November 1997 Jalan Ciateul berganti nama menjadi Jalan Inggit Garnasih. Bertepatan dengan pemberian Tanda Kehormatan 'Bintang Mahaputera Utama' kepada Inggit Ganarsih pada tanggal 10 November 1997. Baca Juga: Wisata Sejarah Fort San Pedro Filipina Bandung hari itu begitu terik dan warganya sibuk dengan ragam aktivitas. Rasa itu langsung sirna saat masuk ke rumah Inggit. Hawa sejuk begitu dominan di rumah bergaya Belanda itu. Seakan ranting rindang pepohanan melindungi siapa saja yang datang dari
Selain Bung Karno, Pelanggan Warung Nasi Bu Eha adalah Orang Belanda
Wisata kuliner menjadi oase terdekat bagi saya jika sedang bertugas ke luar kota. Hanya menyelipkan waktu sedikit dari agenda kerja, sudah bisa mengendurkan syaraf. Kali ini, Warung Nasi Bu Eha yang jadi tujuan utama saat ke Bandung. Acara kantor baru akan mulai loading sore hari. Dari Jakarta sudah memperkirakan untuk makan siang di Bandung. Dari banyak pilihan kuliner, kami tertarik mencoba Warung Nasi Bu Eha. Point pentingnya karena warung makan ini menjadi langganan Bung Karno, Presiden Pertama Republik Indonesia. Baca Juga: Mengenal Manfaat Ayam Batu Bara Gaaram Yang Baru Buka Di Green Pramuka Hal menarik lainnya adalah tempat makannya yang di tengah pasar. Bukan pasar modern tetapi ini adalah pasar tradisional. Bahkan, akhir-akhir ini terus bermunculan tempat makan di dalam Pasar Cihapit. Menurut saya, fenomena kuliner di
Bangga Buatan Indonesia Di Tengah Perang Produsen AMDK
Pantry menjadi satu tempat tujuan pertama saya ketika masuk kantor. Kali ini ada yang berbeda di pantry. Warna galon air yang biasa nangkring di atas dispenser tidak seperti biasanya. "Bos udah perintahkan ganti merk," saut office boy kantor yang melihatku kaget. Seorang rekan kerja menimpali, "Kata Bos, galon yang sebelumnya mengandung BPA. Bahaya untuk kesehatan. Lagian yang baru lebih murah. Itu katanya loh ya." Baca Juga: Beli Jualan Teman Ternyata Dongkrak Ekonomi Nasional Saya sejenak berpikir, ternyata perang iklan yang dilancarkan produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) beberapa waktu belakangan mulai berimbas ke hidup saya. Karena untuk air minum di rumah, saya pakai air rebusan atau hasil filtrasi tanpa dimasak. Isu galon dalam AMDK ini mengangkat kembali pertanyaan besar dalam diri saya, terkait konten iklan atau anjuran di produk AMDK. Dalam petunjuk penyimpanan,





