Angin berhembus kencang menghapus rasa panas di kulit, karena terpaan terik mentari. Debu menyeruak tiap kali kaki melangkah di pelataran Benteng Kuto Besak, yang sekaligus menjadi tepian Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Memang, sudah beberapa hari itu Palembang mengerontang ditinggal gemercik hujan. Kami ingin pergi ke Pulo Kemaro. Sebuah tempat wisata yang cukup tersohor di Bumi Sriwijaya ini. Dengan dahi mengrenyit menahan panas, kami bertanya kepada beberapa laki-laki nelayan di bibir sungai tentang keberadaan perahu sewaan. Perahu atau penduduk setempat menyebutnya ketek, menjadi transportasi utama untuk mencapai tempat yang berupa pulau di sebelah timur Kota Palembang atau sekitar lima kilo meter sebelah hilir Jembatan Ampera itu. Naik ketek dengan mesin tempel menjadi bagian perjalan hidup yang tidak terlupakan. Sejauh ini, kami tidak pernah
