Mendekap rindu dengan pergi ke Yogyakarta punya kesan khusus bagi banyak keluarga. Jika masih ada keluarga yang bingung mau berwisata ke mana, mungkin Agrowisata Bhumi Merapi menjadi jawabannya. Agrowisata Bhumi Merapi yang terletak di Jl. Kaliurang Km 20 itu merupakan destinasi yang memadukan spot foto dan wisata edukasi. Siapa pun yang datang tidak sekadar foto cantik atau foto ganteng untuk bahan mejeng di media sosial. Mereka juga ditawarkan pengetahuan untuk mengenal tanaman dan hewan melalui pengalaman perjumpaan. Baca Juga: Mengunjungi Museum Yang Pemiliknya Membuat Istana Presiden Di IKN Tempat wisata senyatanya sudah ada sejak 2015. Namun, tampaknya pengelola terus melakukan pengembangan untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan. Saat kami datang di Oktober 2021, ada area terbilang baru untuk spot foto. Dan terus berkembang sampai sekarang. Areanya memang luas. Parkir yang kerap
Tag: wisatayogyakarta
Gua Cerme: Menyusur Sungai Bawah Tanah, Menyelami Tradisi, dan Agama
Memasuki Jala Parangtritis Yogyakarta, mendung menggelanyut. Semakin ke arah Timur, semakin terasa saja hawa hujan. Lembab. Hembusan angin gunung. Tinggal menunggu saja waktunya. Tapi, motor tetap saya pacu menuju Dusun Srunggo. Di sanalah tempat Gua Cerme berada. Benar saja, tidak lama melewati gardu selamat datang memasuki kawasan Gua Cerme, hujan turun menderu. Semakin ke atas, hantaman air dari langit semakin terasa. Saya pun tak kalah kencang memaju kendaraan sambil berharap hujan reda. Alhasih, setelah sempat kesasar saya bersama adik dan pacar sampai juga ke tujuan. Tentu dengan pakaian basah. Gua Cerme terletak di Pegunungaan Sewu, yang merupakan kawasan karst. Secara administratif, gua ini terletak di Dusun Srunggo, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Uniknya, pada pertengahan badan gua menjadi batas administratif Kabupaten Bantul dan Kabupaten
Pesona Gigi Kera di Pantai Siung
Mendengar Yogyakarta kita langsung tertuju pada tujuan wisata seperti Malioboro, Kraton, makanan seperti bakpia dan gudeg, serta pantainya yang terkenal yakni Parangtritis. Anehnya, selama saya 4 tahun kuliah di kota pendidikan tersebut saya tidak pernah menginjakkan kaki ke Parangtritis. Loh??? Ada tempat lain yang membuat hati saya tertambat sampai mengalahkan salah satu legenda termasyur di Yogyakarta itu. Saat sedang liburan semester di tahun 2007, saya yang saat ini sudah bekerja di Jakarta diajak oleh sepupu saya ke Pantai Siung. Kala itu, memang saya sedang hunting daerah tujuan wisata yang belum terlalu popular. Sampai akhirnya saya diajak Lino, sepupu saya itu, ke pantai yang terletak di sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya sebelah selatan Kecamatan Tepus. Belum lama ini saya berkesempatan menikmati kembali eksotisme alam yang masih perawan tersebut.


