Anak adalah aset berharga bagi orang tua bahkan untuk bangsa Indonesia. Sayangnya, sistem pendidikan kita pada umumnya tidak mendukung tumbuh kembang anak, sehingga kemampuannya tidak berkembang maksimal dan optimal. Kini ada alat bantu tes untuk mengetahui bakatnya, minat, serta kepribadiannya. Hal ini sejalan dengan program merdeka belajar yang tengah digalakkan oleh pemerintah. Ada beberapa studi yang menunjukkan perlunya perubahan sistem pendidikan kita. Pertama, studi Kementerian Kesehatan menyebut 15,3 persen pelajar di Indonesia memiliki kemungkinan hambatan belajar dan kebutuhan edukasi khusus. Data lain yang mirip, 10 – 15 % dari seluruh siswa SD dan SMP memiliki hambatan perkembangan belajar. Studi ini dilakukan Depdiknas tahun 2003. Masalah seperti ini juga terjadi di negara maju seperti Amerika Serikat, namun jumlahnya hanya 5 %. Data lain
Author: wawan
Yeayy, Ulang Tahun di Jepang!
Wisata Jepang memang berkesan. Apalagi kalau merayakan ulang tahun di Negeri Sakura. Momen langka dan tak terlupakan itu terjadi di 2017. Tempat kami pergi pun tampaknya bukan yang biasa orang kunjungi. Tujuan utama kami adalah Sapporo, Hokkaido. Ke hotel untuk taruh pakaian, kami langsung cus ke Kanal Otaru. Otaru adalah kota pelabuhan di sebelah barat laut Kota Sapporo. Selama di Sapporo kami pergi ke Air Terjun Ginga no Taki, Farm Tomita, Sapporo Clock Tower, Museum Kota Sapporo, Pasar Ikan Nijo. Untuk belanja kami ke Tanukikoji Shopping Arcade sedangkan jalan-jalan ke mall gedenya di JR Central Tower. Setelah dari Sapporo kami lanjutkan perjalanan ke Tokyo, tepatnya di Shinjuku yang menjadi surga belanja. Kami penasaran beli pakaian di toko Uniqlo yang asli di Jepang, hahaha Kami di
Apa yang Ditawarkan Jepang Juga Ada di Jakarta
Membicarakan Jepang sebagai sebuah negara maju sudah biasa. Menyebut Jepang sebagai negara yang memiliki alam yang indah juga sudah tidak lagi asing. Ada banyak orang Indonesia menuliskan hal itu setelah pulang berkunjung dari sana. Namun bagi saya, yang luar biasa itu adalah bagaimana sebuah negara maju tetapi bisa tetap melestarikan alamnya. Melihat Jepang adalah melihat sebuah cara baru bagaimana menilai sebuah negara maju. Negara yang maju tidak lagi dilihat sekadar seberapa hebat bangunan fisik yang dibuat, sudah bermain ke industri manufaktur, nilai kursnya tinggi, masyarakatnya makmur, dan lain sebagainya. Kini negara bisa dibilang maju jika kemajuan industrinya diikuti dengan melestarikan alam dan budaya. Kanal Otaru yang sangat bersih. Sungai tidak bau dan bisa dijadikan transportasi sungai yang ramah wisatawan. Burung pun tak
Wisata Belitung: Wisata Alam, Kuliner, dan Lifestyle
Kesempatan berwisata ke Belitung emang terbilang lengkap. Alamnya indah, terutama pantai dan pulau yang memiliki susunan batu granit raksasa. Juga ada danau kaolin. Jangan lupa ada tawaran wisata kuliner dan lifestyle. Kuliner Belitung tak ketinggalan. Kami telah menikmati seafood ala wisata pulau. Ada juga kopi manggar yang sangat terkenal. Salah satu tempat ngopi legendaris adalah Kopi Kong Djie. Kuliner lain yang tak boleh ditinggalkan adalah mie belitung dan jeruk sonkit, yang kami bawa ke Jakarta, hehehe... Sedangkan wisata lifestyle atau budaya ada Museum Laskar Pelangi, SD Gantong yang adalah replika SD Laskar Pelangi, Klenteng Dewi Kwan Im Kampung Ahok yang ada batik belitung dan makanan khas belitung. Yuks ke Belitung.
Wisata Belitung: Sejujurnya, Keindahan Alamnya Biasa Saja
Popularitas Pulau Belitung melejit pasca film Laskar Pelangi (2008) dan Sail Wakatobi - Belitong (2011). Banyak wisatawan, dalam dan luar negeri, berbondong menikmati bentang alam yang indah di provinsi Bangka Belitung ini. Satu yang khas dari Belitong, begitu masyarakat setempat menyebutnya, adalah geowisatanya (geotourism). Di Indonesia, geowisata belum sepopuler ekowisata (ecotourism) atau agrowisata (agrotourism). Namun demikian, potensi geowisata di Indonesia sangat besar. Satu di antaranya adalah Belitung, di sinilah potensi sumber daya alam seperti bentuk bentang alam, batuan, struktur geologi dan sejarah kebumianya sangat unik. Obyeknya tidak lain adalah gugusan batu granit yang tersebar di banyak pulau dan pantainya. Berdasarkan catatan Budi Brahmantyo, ahli geologi dari Institut Teknologi Bandung, kumpulan batu granit raksasa di Belitung senyatanya bagian dari suatu tubuh batuan beku
Ramen Ichiran, Sensasi Makan Seperti di Perpustakaan
Pengalaman traveling tidak pernah selesai untuk diceritakan. Ada saja pengalaman yang membekas. Baik menyenangkan maupun tidak, jejak wisata kita selalu indah jika diletakkan di tempat yang pas di dalam relung hati kita. Itulah yang juga saya alami saat makan ramen di tempat asalnya. Jepang! Perjalanan 10 hari di Jepang 2 tahun lalu, memang tidak banyak tempat yang bisa dikunjungi. Untungnya salah satu agenda wajibnya adalah menyantap ramen di Kedai Ichiran. Salah satu kedai ramen tersohor di Negeri Sakura tersebut. Sehari sebelum mengakhiri wisata Jepang, kami bertiga bersama isteri dan kakaknya menuju kedai tersebut. Dari Hotel Sunroute Plaza Shinjuku kami jalan kaki sekitar 750 meter. Ramen Ichiran sudah tersohor di warga lokal dan wisatawan asing, gak heran pas datang, waiting list. Sambil nunggu disuruh pesen menu di secarik kertas. Foto:
Wisata Sejarah Fort San Pedro Filipina
Wisata Filipina layak diperhitungkan. Ada wisata alam dan juga kaya wisata sejarah. Uniknya, sejarah Fort San Pedro bersinggungan dengan sejarah Indonesia. Berikut Foto-fotonya, melengkapi artikel yang berjudul "Jejak Kemasyuran Indonesia Dalam Fort San Pedro Di Filipina" Bagian luar Fort San Pedro Pintu masuk ke Fort San Pedro Bagian dalam Fort San Pedro Bagian dalam Fort San Pedro Bagian atas Fort San Pedro, di salah satu menara penjaga Air sumur pembabtisan yang berada di dalam Fort San Pedro Salah satu sudut menara penjagaan di Fort San Pedro Monumen di bagian luar Fort San Pedro yang menjadikan kenangan sejarah Cebu
Jejak Kemasyuran Indonesia dalam Fort San Pedro di Filipina
Tidak banyak yang tertarik berwisata ke bangunan bersejarah. Kalau pun ada, mungkin kita lebih memilih untuk swafoto. Padahal bangunan bersejarah meninggalkan jejak yang mungkin terhubung dengan kehidupan kita, secara langsung maupun tidak langsung. Saya tidak pernah membayangkan Fort San Pedro, benteng kuno di Cebu Filipina, ternyata memiliki kaitan sejarah dengan Indonesia. Benteng berbentuk segitiga tersebut, menjadi saksi bisu praktik globalisasi yang sudah terjadi sejak abad ke-15. Filipina bersama Indonesia menjadi persimpangan penting dalam arus globalisasi yang mempertemukan orang dari banyak bangsa dan melakukan pertukaran ekonomi dan budaya. Di sinilah, perjalanan laut dalam konteks globalisasi itu, dari sisi ilmu pengetahuan semakin ditegaskan bahwa bumi itu bulat bukan datar. Bagian dalam Fort San Pedro. Lumayan luas dan adem karena ada pohon besar. Lumayan ngadem
Misteri Bunker dan Kamar Nonik Ratusan Tahun di Lasem
Saya senang dengan budaya dan kesenian. Rumah kuno yang terawat, apalagi dengan bawaan aslinya, bagi saya warisan budaya dan kesenian yang lengkap. Di sanalah tergurat filosofi, budaya, kesenian, cara hidup, nilai dan norma bahkan ada "sesuatu" yang dapat dirasakan secara naluri. Rumah Merah Lasem adalah salah satu rumah kuno yang berhasil menggeret saya masuk pada Mei 2019. Saya bersama keluarga berkesempatan mengunjungi Rumah Merah yang beralamat di Jalan Karangturi No.4/7, Karangturi, Lasem, Jawa Tengah pada Mei 2019 silam. Bagian depan Rumah Merah Lasem atau sekarang disebut Tiongkok Kecil Heritage. Warna merah sudah membuatnya mentereng dari lingkungan sekitar. Belum lagi, 2 pilar di depan rumah yang begitu megah. Kayu-kayu jati tampak bergurat asli, menjadi saksi bisu kedatangan bangsa China di tanah Jawa. "Rumah ini bergaya
Jenuh Macet ke Puncak, Mending ke Kopi Daong, Ngopi di Bawah Pohon Pinus
Sudah sejak lama Bogor menjadi oase bagi penduduk Jakarta untuk melepas penat. Kota Bogor yang wilayahnya tidak luas, sesak dengan ragam kafe dan restoran. Bergeser ke Kabupaten Bogor, kita semua tahu kalau Puncak yang sebenarnya sudah jenuh tetapi tetap menjadi wisata andalan warga ibu kota. Di tengah situasi tersebut muncul Kopi Daong, tempat stress release baru. Kopi Daong adalah kafe dan restoran yang berada di tengah hutan pinus. Lokasinya bukan di Kota Bogor dan juga bukan di area Puncak, tetapi di daerah Ciawi, sehingga lalu lintasnya lebih bersahabat. "Kenapa disebut Kopi Daong karena owner kita orang Manado-Jawa, dalam Bahasa Manado daong artinya daun. Filosofinya, kita makan dan minum berada tepat di bawah daun-daun," kata Teddy, pengelola Kopi Daong saat ditemui di









